Postingan

Hope

Gambar
Looking for hope. Probably, "Hope" become the most unrealistic thing today. Is it true that is unrealistic and we don't need hope in our life? It is still be a hot issue that one of Kpop Idol decided to end his life. Actually, I'm a little fan in Korean Entertainment, in particular, KDrama or KFilm only. I only know some of Kpop Idol group, just know their group name everyone. Yap, I only know Shinee, EXO, BTS and GOT7. In the past, I don't get it about Korean Music until one of my friend always shares anytime in her status in Facebook or BBM and I found that beat of music quite interesting, haha.  Back to topic, we feel sad to Kim. Frustated and losing hope suffer people accross the world and it should be solved. In Indonesia maybe some celebrities decided using drugs to solve their problem and it's also not good for their life and careers and society because celebrities as public figures could influence people especially teenagers. It approves that ...

Skripsi : Satu (titik), Dua (Cinta)

Malam terasa panjang jikalau hanya dinikmati sendiri. Detakan jam dinding kos terdengar lebih keras dibandingkan sebelumnya. Anak-anak kos semuanya keluar untuk menikmati yang mereka sebut ‘malam minggu’ membuat kos ini sunyi secara berkala. Sedari tadi hanya merenungi perkatannya Ian sambil meratapi layar Microsoft Word . ‘Woii, Run! Kok skripsi lu belum selesai sih? Masa’ piala berjalan ngerjain skripsinya lama banget? Si Muna sama Mamat aja udah mau seminar hasil. Nah ente gimana?’ Asli ini adalah paling gak mengenakan setelah pertanyaan yang sering menanyakan ‘Eh, Kirun! Lu kok masih jomblo aja sih?’ Well , dipanggil piala berjalan bukan berarti semua hal harus berjalan dengan lancar. Gak tahu juga Ian bilang gue apa tadi, ‘Piala Berjalan’? Katanya kan gue sering ikut-ikutan lomba karya ilmiah gitu masa’ iya bikin beginian dua bulan belum kelar. Hmm, agak beda memang skripsi dan karya ilmiah. Jelas, topik pembahasannya lebih berat skripsi dibandingkan karya ilmiah. Mesk...

Kopi Kenangan

Silauan matahari pagi lewat jendela kayu kos tua ini, membangunkan mata yang masih ingin dimanjakan untuk tetap terlelap. Maklum, dua mata ini baru dilelapkan oleh yang punya sejak sehabis subuh. Terhitung baru dua jam ia beristirahat dan pagi ini terpaksa sang pemilik mata ini harus menemui ‘seseorang’ yang begitu penting. Ia bukan pejabat. Ia hanya seorang dosen, mungkin bagi tetangga dosen atau bahkan pak RT setempatnya tinggal Ia bukanlah siapa-siapa. Tapi bagi makhluk bernama Kirun, dosen tersebut amatlah berharga. Ya, paling tidak hanya sampai bimbingan hingga Ia akhirnya menyematkan toga untuk membanggakan orangtuanya. Dosen yang membimbingnya kini dikenal sebagai ‘ killer´! You know what I mean , kalau berdasarkan pengamatannya sering para kakak tingkat yang bimbingan dengan beliau (Pak Dosen) harus siap kena omelan karena skripsinya. Usut punya usut, sang Dosen pun akrab terhadap mahasiswa yang sekarang ia bimbing. Kirun hanya satu dari sekian ratus bimbingannya yan...

Manusia : ‘Sang Pemusnah’ Pora-Pora

Gambar
Oleh : Muamar K. Panggabean Ada yang berbeda dengan mentari pagi ini, tak seperti hari sebelumnya ia menampakkan dirinya dan menghangatkan Parapat yang masih diselimuti kabut tipis. Nampaknya cuaca mendukung perjalanan kami dalam peliputan tentang kehidupan nelayan yang berada di kecamatan Ajibata. Ada hal menarik dengan para nelayan tersebut, kini kehidupan mereka berbalik 180 derajat dibanding sebelum setahun belakangan. Penyebabnya adalah harta karun mereka yang biasa diambil perharinya layaknya menghilang lambat laun. Harta karun yang berasal dari Danau Toba itulah yang menjadi sumber pendapatan mereka sebelumnya. Ya, ikan pora-pora adalah kekayaan yang mereka punya yang dapat ditukarkan dengan uang guna menghidupi segala kebutuhan.  Sebuah perjalanan untuk mendapatkan sepenggal cerita mereka kami mulai pada pukul 08.36 WIB dari tempat penginapan. Tak jauh untuk mencapai kecamatan Ajibata, sekitar 6 menit dengan menggunakan angkutan umum Anda sudah dapat melihat akti...